Selasa, 07 Mei 2013

Gejolak Dada

sudah tak tahan lagi, dan aku sangat ingin menumpahkannya.. hati mulai terasa sesak oleh rasa kesal, tak ada udara ketenangan lagi yang bisa ku hirup, seperti sesuatu yang mulai membesar dan itu berlangsung dalam hati, terbakar dan mulai panas.. ya tuhan, sungguh aku tak berdaya lagi untuk tidak menampakannya, lidah ini begitu gelisah dan mulai menggeliat untuk ungkapkan rasa kesalku.. pandangan ku terasa kabur, dan sekarang aku tak bisa membedakan mana yang benar dan salah, bahkan.. aku hampir tak mengenal diriku lagi.

dimana kesadaranku? syetan seakan sudah menancapkan hidungnya di dalam hati, dan ia terus membisikan di dalam dada "lakukan...lakukan..saja, lepaskan semua nya..dan kau akan tenang.." hati mengendalikan segalanya, seakan hilang rasa iba dan lenyap kesadaran akal. sekujur tubuhku terasa di aliri api, hingga kepala ku terasa mendidih..wajah yang merah dan mata yang menampakan rasa marah.

sungguh aku benar-benar ingin marah, kesal..tangan ini seakan ingin menguatkan tekad nafsu ku untuk melampiaskan segalanya, dan aku benar benar ingin menumpahkan amarahku di sekitarku,,rasa kecewa, dan sakit , tidak ikhlas adalah pemicu ledakannya...aku seperti singa lapar yang hendak memakan apapun disekelilingku, aku merasa bukan manusia lagi jika aku melakukannya..

aku hanya bisa terbaring lemah menahannya, hati ini terus mengutuk keadaan..aku hanya bisa terpejam, aku benar-benar ingin berteriak pada mu tuhan, aku tahu ..tuhan sedang menyaksikan aku..jangan kan aku marah pada nya, mengeluh sedikit saja tuhan tahu.

aku ingin membuka lubang-lubang kesadaran itu, untuk melihat cahaya untuk menerangi pikiranku yang gelap, aku sedang gelap mata..aku hanya marah tapi aku bukan pemarah, aku harus segera mengendalikan diriku sebelum nafsu yang mengendalikanku..aku coba menutup kemarahanku dengan menyebut asma Mu ya rabb, aku harus menenggelamkan diriku dalam munajat dan dzikir pada allah swt. sebelum api kemarahanku membakar diriku sendri.
betapa malunya, ketika kemarahan berubah kesadaran,, dan penyesalan atas perbuatan yang di lepaskan di hadapan wajahku, aku hanya membuat malu diriku sendiri sesudahnya...jika aku marah lalu aku menebar kerusakan, aku hanya mempermalukanku di hadapan wajah tuhanku..telah nampak kerusakan pada lidahku dan betapa rusaknya hatiku jika aku melakukan semua itu, kemarahan hanya meruntuhkan kemuliaan setidaknya kehormatan atas wajah diri yang disaksikan mereka, kemarahan membuat buruk rupaku, kemarahan hanya memperburuk keadaan.. orang cantik pun akan tampak buruk jika di wajah nya ternoda amarah, ..aku harus sabar, setidaknya jika aku memaafkan , allah swt akan memaafkan kesalahan-kesalahanku. biarlah kemarahan ku berlalu, karena kenyataan rasa amarah hanya sementara saja.

"sungguh MARAH itu akan semakin besar jika dibiarkan, jika kamu menelannya marah itu akan berubah KECIL dan terasa Pahit tapi akan terasa manis untuk selamanya"

ketika diri sudah merasa terbakar, maka basuhlah dengan air wudhu. karena "marah itu sesungguhnya datangnya dari syaithan , dan syaithan dari api, sedang api padam dengan air"- seperti itulah yang di ajarkan rasulullah SAW pada umatnya..

lihat dan tuliskan ( temukan Hikmah)

sekarang lihat dengan pikiranmu saya sedang memegang sebuah pena dan satu buku,

lalu..

<<

aku benar benar bingung apa yang harus aku lakukan..,
dan sepertinya dari dulu aku tak pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagiku..
tak ada , hanya kesia-siaan yang ku lakukan, hingga saat ini.
sebenarnya aku takut menyesal, jika lah aku tak melakukan perbaikan dengan segera, aku hanya bisa menyesali nanti saat tua,
padahal tubuh ini masih muda..
tapi belumlah aku punya rencana, bahkan begitu malasnya aku tuk menggoreskan suatu karya,
walau hanya tulisan tak berguna.
,, baiklah ..apa yang sekarang aku ingin coba?
>> *rahasianya adalah tuliskan apa yang pertama ada dalam pikiran..,
sungguh terlalu sulit jikalah aku masih bingung tuk menentukan tema,..kalo begitu,,
tuliskan apa yang kamu suka?..dan pasti setiap jiwa akan dengan senang nya menuliskan apa yang paling ia suka..bahkan jika
diminta kamu akan menuliskan lebihnya.

<<
waktu masih menunjukan jam 08.00 malam, aku duduk dilantai dengan memegang pena sambil menatap buku kosong,,..
sebelah ku secangkir kopi yang masih panas.., hampir 5 menit aku menatap kosong lembaran buku itu, aku coba mencari inspirasi di setiap sudut kursi,
mataku menelusuri langit langit rumah,,tak ada satu benda pun yang bisa aku deskripkan kedalam tulisan..
"hanyabola lampu? "
ahh itu hanya ide yang kurang kreatif, maaf bercanda kawan.. aku sedang mencari sesuatu yang mau aku tuliskan, aku pikir kamu
tidak sedang melihatku duduk dengan mata mengarah keatas dan di atas kepalaku ada bola lampu?
haahha..lucu sekali,
atau
maaf juga bila tidak lucu,,karana aku sedang berbicara dengan diriku sendiri.

>>
ayolah kawan,
kamu pasti bisa...maksudnya aku pasti bisa. kamu bisa beri aku semangat tuk berkarya, yang sulit itu mencari kalimat pertama
baru di perjelas .
yah..aku mulai mengerti,,tuliskan apa yang kamu tahu dulu,
dan apa yang ada di kepalamu..
jangan mencari bintang yang paling terang di antara bintang-bintang,
<< tunjuk satu saja..yang menarik perhatianmu..
meski pertama sulit aku mulai goreskan pena ini di lembaran kertas kosong, tapi..perlahan, satu ,dua baris dan mulai turun kebawah..buku yang polos kini setengahnya adalah abjad abjad hitam yang tak dpat kau pahami..tapi aku senang menulisnya..
>> dengan perasaan,, itu memperkuat makna, dan mempertegas cerita..tuangkan pikiran-pikiranku dan kamu ke dalam kalimat kalimat,
dan benar aku ingin menumpah kan segalanya tentang perasaan ku kedalam ini..seakan darah mengalir cepat menuju sendiri
jari-jari dan mendorong rasa ingin untuk menulis dengan cepat,dan aku pun tlah menuliskannya...

kawan yang ingin saya katakan,

<<
jika kau mau melihat dengan hati yang bersih dan pikiran yang luas, maksud ku anggap saja kau hari ini sedang bahagia
(bukan berarti hati saya so bersih juga) maka
, berjalanlah dan lihatlah di sekelilingmu dan sudut sudut bumi, temukan lah keindahan dan lihat dengan hatimu, juga syukurilah apa yang sedang kau miliki dan kau akan temukan hikmah dalm kepalamu,,jika kamu melihatnya , aku ingin kau menuliskan nya juga untuk saya. mari kita berbagi hikmah , dan buatlah sejarah hidupmu dengan berkarya.

Senin, 06 Mei 2013

Detik Perubahan

tak ada yang mengetahui daun-daun yang berguguran, atau mereka sama sekali tak peduli. why..tapi saya tahu akan tumbuh lagi daun muda menghias ranting ranting kecilnya. tumbuh kecil membesar melebar lalu kering dan mati hingga jatuh ke tanah lagi..seperti itulah siklus kehidupan. lahir dan mati, ketika ada orang yang mulai pergi maka akan ada orang baru yang lahir dan datang dalam hidup kita. apapun yang terjadi, semua itu pasti akan kita alami. berjalan menempuk jarak, berlari atau diam kita akan tetap melampaui waktu, sudah seberapa jauh kita berjalan? ..lebih tepat kita berjalan terlalu jauh dan semakin menjauh meninggalkan hari hari yang berakhir, akan ada hari hari baru dan tantangan yang akan semakin menguatkan hati kita. kesulitan apapun yang berjalan menghampiri kita, tentu kita akan lalui dengan datang nya kemudahan, kemudahan tidak ada dalam kemudahan,,sebab kesulitan itulah yang mendatangkan kemudahan, tak ada hal baru yang bisa kita lakukan tanpa kita pelajari dan pahami.

ingatlah,,suatu waktu kita pernah merenung, karena keluh kesah yang kita lalui dalam hidup ini terasa berat. cobaan datang tak hentinya, ujian demi ujian, masalah yang datang silih berganti terasa membebani hati dan pikiran, hari ini kau bahagia dan esok bisa saja kita dalam duka, tapi entahlah..detik perubahan terus berputar,,hari ini kau berdiri tegak bisa saja lima detik dari ini kau akan terjatuh, kau tak kan mengetahuinya bukan selama ini kau masih bisa melihat wajah orang yang kau cintai, esok kau harus siap menghadapi keadaan tanpanya. apa yang di berikan tuhan, hanya bisa kita miliki tuk hari ini, tidak perlu menyesali kehilangan masa lalumu atau terlalu banyak menanti hari esok, karena hari ini pun akan pergi dan esok akan menjadi hari ini. kesabaran dan ikhlas adalah kekuatan hati yang sangat berharga. bila kau menjalani hari dengan hati yang berat, niscaya hanya rintangan yang akan terlihat. lepaskan semua beban , terlepas dari apapun masalahmu. seberat apapun, kita masih baik baik saja. masalah yang berat dan amat besar itu tak kan pernah melukai diri kita, dan jika kita menenggelamkan masalah sebesar gunung pun, maka jika hati kita seluas lautan. itu tak kan berpengaruh dengan kebesaran hati mu.

ingatlah..di saat masa kejayaanmu, ada saat kau gembira, merasa bersemangat..ada pula saat kita harus bersedih hati, merasa berat dengan kehilangan..rasa gelisah dengan perpisahan yang mulai di depan mata, saat senang dengan pertemuan orang orang baru. sebab waktu ang kau miliki hanya untukmu , detik akan terus berlalu tanpa kau sadari, cukuplah perubahan adalah sebagai bagian yang tak bisa kau hindari,,tidak selamanya yang kau senangi untuk di miliki, waktu memberikan perubahan, agar kita mengenal hal-hal baru, menjalani hal baru dalam hidup, bersemangatlah dengan sesuatu yang masih kau punya tuk di senangi. apapun yang lebih penting, kita harus menghargai waktu,,sebelum detik detik kembali berlalu, dan perubahan baru akan kembali datang menemuimu.

Sore Hari


Terima Kasih atas Kunjungan Nya
 

semuanya akan pergi begitulah kata hati dan segalanya memang kan terjadi apa yang bisa aku miliki hanya impian tak pastipena.jpg kadang aku melakukan ini berulang kali sengaja atau tanpa ku sadari tak ingin berlarut lagi rasa resah yang slalu datang menghampiri aku tak ingin merasa seperti ini seperti jiwa yang kehilangan arti karena esok hari jiwa yang ku cinta kan pergi meski belum terjadi sekarang sampai aku menulis ini, semua itu tlah terjadi, dan tak pernah kembali. sore hari, di atas rumput yang menari.. aku coba tegarkan diri aku tegang menatap senja yang mulai pergi mentari mulai tinggalkan hari karena ku tahu, hari ini tak akan ada lagi berganti esok yang belum pasti tapi.. perpisahan tak dapat aku ingkari apa yang ku takuti? waktu semakin berlari dan aku hanya bisa pasrahkan diri menatap cinta yang kan beranjak diri cinta sejati yang masih misteri ingin ku ungkap lewat puisi sayang, kata kata terlalu melemahkan hati dan tindakan terlalu memalukan diri, tuk tunjukan rasa yang ku miliki, pada mu jiwa yang menjaga diri.. terserah kau menilai ini, apakah aku berlelbihan dalam mengungkap isi hati, atau kau anggap aku penyair tak berharga diri. ah sudahlah ini bukan hiper dekripsi, atau puisi keangkuhan diri karena ini isi hati yang murni rangkaian kata miskin makna dan arti, tapi aku mengerti dan dapat kau pahami.. kenapa aku harus korbankan diri untuk bergelisah di sore hari.. pada mu jiwa yang menjaga hati. lihat ketakutan ini, akan perpisahan yang menanti.. seakan akut takut matahari enggan benamkan diri, dan aku tak ingin terperjam bermimpi-mimpi, melihat cinta sejati yang tak pernah menghampiri, pada jiwa yang tak abadi. selamat jalan untuk kau ,,yang tlah lama pergi.


Terima Kasih atas Kunjungan Nya

Sabtu, 04 Mei 2013

Malam Terakhir

rasanya mata ini terlalu berat untuk melihat, tapi sudah lah ..jika niat lebih kuat badan terasa ringan untuk bangun, meski mata terasa manja untuk kembali terpejam, aku paksakan kaki ini berdiri dan melangkah menuju tempat peraduan ku pada NYA.
seakan semua rasa malas itu hilang ketika air mulai membasahi wajahku, aku benar benar di atas kesadaran penuh dan pikiran ku mulai terasa jernih.
ayam masih belum berkokok, hanya ramai oleh suara jangkrik.., malam ini terasa hening, sunyi , sepi,aku tak mendengar apapun. aku hanya mendengar janji tuhan yang maha benar dalam isi kepala, dalam sebuah qudsi . berapa lama aku berdiri, sedang keran air masih lah mengalir kecil jatuh menetes di atas punggung kaki. aku hanya diam, seakan suara suara malam mulai terdengar didalam kepala, hikmah seakan terus berdatangan memutar di atas tengkorak dahi, apa yang ku saksikan adalah kebesaran NYA.

sedikit aku menengadah, aku melihat banyak bintang bergantung terang di atas wajahku.langit yang pekat, berhias bintang cemerlang. aku takjub, betapa banyak kebesaran NYA yg tlah aku abaikan..kini, aku benar-benar lemah di hadapan wajah semesta, aku tak bisa berlari dari selimut bumi, mungkinkah ini yang ingin disampai pada sang pencipta, tumbuhan seakan berdiam mengikuti irama sunyi, angin malam seakan berhenti menari , suara krik jang krik bagaikan berzikir pada illahi rabbi. aku telanjang di antara kebesaran sang pencipta, dan semesta seakan berbicara pada ku.

ya allah ..aku datang kepada mu dengan membawa dosa dosa ku, maka ampunilah aku..
ya allah..terselip kalimat kalimat rahman dan rahim mu di antara langit dan bumi,
aku tak melihatnya, tapi lihatlah ...semut kecil berjalan diantara kaki mu tanpa takut mati, tanpa rahman nya pula mungkin allah swt akan menjadikan unta unta mati kalo dia tidak menunjukan unta itu ke mata air? lalu dimana letak kesadaranku, bagaimana aku sadar ..jikalah aku masih tidur dengan lenanya?

langit hitam masih terbentang, tangan tuhan lebih terbuka luas dari bumi yang kau pijak, ampunannya lebih banyak dari bintang yang tak terhingga, rahmat nya bagiakn tak ada habisnya seperti air lautan yang tk mampu aku keringkan, malam ini terlalu indah untuk di lewati, di tempat sepi ini tuhan akn lebih mendengar doa dan harapanku, sebenarnya allah senang dengan kedatangan hambanya, ia memberi apapun jika kau minta, lalu..
bagaimana aku yang sering tidur meminta kepadanya, sedang Ia menemui hambanya yang ikhlas untuk bertemu, ya allah aku ingin orang tidak tahu doa doa ku, aku malu jika orang lain tahu, tapi dalam sepi ini hanya aku berdua, aku tidak melihatmu namun kau melihat aku, cukuplah itu sebagai bukti aku lemah , dan aku butuh pertolonganmu..ya allah ku harap malam terakhir ini kau mendengar doa ku, aku tak melihat dan mendengar siapapun ..tanpa bersombong diri, di tengah sepi aku berucap agungkan kalimat mu..dan suatu saat nanti bangunkan aku dari tidur panjang kuburanku dalam keadaan selamat.


catatan kaki: Sebuah hadis qudsi tentang fadhilah Tahajud ini, sebagaimana diriwayatkan Bukhari, Muslim, Malik, Turmudzi, dan Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tuhanmu yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Mulia, selalu turun ke langit dunia setiap malam, pada paruh waktu seperti tiga malam terakhir, dan Dia berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa mengajukan permintaan kepada-Ku akan Aku berikan, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni’.”

Orasi tanpa Arti

Sajak Tak Berarti

habislah sudah,
cerita negeri ini..
kini tak ada lagi
harga diri,
hilangnya hak asasi
matinya nurani
ditangan elit tinggi,,
badan usaha diprivatisasi
tiada demokrasi
segalanya hanya anarki
ini bukan basa basi
reputasi bangsa telah mati
tak perlu reformasi
tuk wujudkan negeri
tak berarti
lihat...
polisi senangnya bernegosiasi
dewan tinggi sukanya tekreasi
padahal tak ada arti...

ah..ini lagi!
mahasiswa macam apa yang suka berprovokasi
lemahnya ideologi,,
anak remaja pun kini hilang kendali
terbius sabu dan pil ekstasi
sebab ini tanah koloni
tak perlu merdeka
nyatanya tetap seperti ini
bangsa yang lemah tiada nyali
terlalu merendah diri,
pada amerika dengan janji sejuta mimpi
nyatanya hutang luar negeri yang diberi,
sekarat bangsa ini
tinggal menunggu mati
siapa yang peduli,,
sebab,
semuanya tidak lagi arti.


Kamis, 02 Mei 2013

Budak dan Pengikut Nafsu

aku merasa di perbudak oleh diri ku sendiri, ke inginan ke inginan yang berlebihan membuat sulit tuk mengendalikan akal sehat. logika seakan mati melawan keinginan hati yang semakin menjadi jadi. aku biarkan diriku tenggelam dalam kemaksiatan, aku binasakan diriku sendiri, aku aniaya jasad ini sampai sulit tuk berhenti. padahal aku terus berusaha berada diatas kesadaran penuh, tapi nyatanya aku bagai dimabuk cinta duniawi. aku merasa kehilangan segalanya, aku merasa berada dikubangan lumpur yang semakin dalam.

oh tuhan, dimana engkau?

"JANGAN BIARKAN DIRIKU BERDOSA , KECUALI ENGKAU MENGAMPUNINYA"

selalu ada rasa bersalah ketika penyesalan yang selalu datang terlambat, aku merasa kehilangan diriku. aku begitu jauh dari tuhanku, semakin hari dosa dosa kecil ini semakin bertambah. aku merasa mulia dihadpan manusia, tapi aku hanyalah hamba yang hini di mata sang pencipta, aku terlena oleh nikmat dunia, , dan aku hanya hamba sang pengikut nafsu.

Wahai nafsu, kau tinggal dalam badanku bersama akalku, kau lebih kuasai diriku ketimbang akal ku. padahal mengikuti nafsu hanya menuntunku menjadi binatang liar yang hanya mengikuti nalurinya..ya,,aku manusia bukan binatang, tapi lihatlah seberapa banyak manusia manusia yang telah menanggalkan rasa malu hanya demi memuaskan nafsu. manusia tak punya adab , akan sulit dibedakan dengan binatang. semua mahkluk allah swt pasti lah juga makan, minum, dan bergerak. hmm.. -tidak ada yang salah dengan penciptaan binatang, yang salah hanya menirunya.

astaghfirullah-

setiap hari dosa dosa seakan bertambah, tak seimbang dengan istighfar yang masih terhitung jumlahnya, dan itu pun kadang-kadang. lihatlah mata yang melihat dengan penuh nafsu, yang membuat hati tak ada harganya, hati terkadang ada rasa ujub, dengki, ingin dipuji, bangga dengan harta, merasa paling benar sehingga diri ku tak pernah menyadari dosa yang ada dibelakang kepala, telinga terkadang asyik mendengar kabar fitnah dan ghibah saudara sendiri. langkah kaki dan gerak tangan seakan hanya pembenar dari kesalahan kesalahan yang menjerumuskan pada dosa..ya allah , maafkan aku. aku merasa nafsu t'lah membutakan mata hati ku dan menggelapkan akal sehat. seolah-olah melakukan dosa kecil yang berulang bukanlah perkara yang besar,
padahal rasulullah SAW bersabda;

"BUKANLAH DOSA KECIL, JIKA DILAKUKAN SECARA BERULANG"

semoga allah melimpahkan ampunan kepada aku dan kau.

Rabu, 01 Mei 2013

Tetes Tetes Hujan

hujan ini rasanya tak mau berhenti, tapi aku benar benar merasakan kesejukan dari nya, dari kedatangannya. sungguh aku merasakan kesejukan dalam jiwa dan
pikiranku, aku bisa merasakannya..embunnya menetes di balik jendela kaca, lewat tanganku aku bisa merasakan rasa sejuk yang mulai mengalir dari tangan menuju sendi tulangku, seakan darah ini ikut dingin di balik kulit tanganku. aku tarik nafas, dan ku hirup nikmat yang ku rasa..aku sangat menikmati semua ini , apa yang ku lihat, dan ku rasa adalah karunia sang pencipta.
siang hari yang begitu terik, seperti matahari yang seakan mulai mendekat saja..membuat segalanya tampak gersang, berdebu, kotor, dan pengap..aku merasakan diriku tampak kusut, mataku terlalu sayu terbawa panas yang membuatku ingin tidur, hmm..rambutku seakan kering..aku benar benar merasa buruk, tampak seperti orang yang tak pernah mandi? ahh,, sudahlah..siang sudah berlalu..terik panas sudah tak ada arti nya lagi, kini tinggal kunikmati pemandangan hujan ini dan kurasakan ke sejukannya,.. aku tinggal duduk santai, sehabis mandi aku tinggal berbaring di atas ranjang depan rumahku, .. teman-temanku masih asyik bermain bola di tengah guyuran hujan. mereka juga menikmatinya, tanpa khawatir terkena rasa sakit..aku pulang lebih dulu, dan pulang menuju rumahku.


satu jam lalu, ku lihat awan hitam mulai menggantung di langit daerah tempat tinggalku, rasa gerah semakin memuncak tapi apalah rasa ingin ku untuk bermain bola tak kan terhalang, teman temanku lebih dulu datang ke lapangan dan aku menyusul kemudian. tak berapa lama, gemercik air satu per satu mulai jatuh ke tanah, sedikit demi sedikit mulai membasahi rumput yang ku injak. pertandingan baru akn di mulai, namun hujan datang lebih cepat dari yang ku duga.. perlahan bintik bintik air jatuh di hadapanku, kami pun basah oleh hujan yang begitu deras.
rainbow img
hujan semakin besar, aku mulai ke dinginan. tapi aku tetap bergerak maju untuk merebut bola dari temanku, tanah lapang mulai tergenang, se akan sulit berlari, jika dipaksakan aku terjatuh.
..kami tertawa, bercanda, se akan hujan lebih jauh di nikmati dari pertandingan ini. aku pun terjatuh, terbaring di atas air yang kotor, aku tak peduli. dalam ke adan terengah-engah aku menarik nafas panjang, aku melihat langit yang maha luas menjatuh kan butiran air ke dalam wajahku. ya allah, ampunilah aku...aku tahu dosa ku begitu banyak, meskipun aku tahu itu setipis debu tapi perlahan akan menggumpal dan aku ,,,seperti hamba yang sia-sia.
lihat lah hujan ini, aku bisa merasakan rahmatnya yang begitu besar dan tak terhitung jumlahnya, diturunkan ke bumi. aku bisa merasakan setiap butirnya ada sifat ar-rahman yang allah swt tujukan kepada manusia ciptaanya, dan mahkluk lainnya. tak peduli manusia itu berdosa atau tidak, berpaling atau tidak bersyukur dari tuhannya. tetaplah, kasih rahman dan rahim allah swt amatlah besar, maha pemurah engkau ya rabb...

tak peduli dosa sebesar apapun yang kita bawa, sebesar pulau apapun dosa mu.., jikalah engkau mau datang pada nya dan mohon ampun..allah akan menenggelamkan seberapa besar apapun pulau itu, allah swt yang pengasih akan menenggelamkannya ke dalam lautan maghfirah allah swt.

"Sesungguh nya lautan ampunan allah amatlah luas"..aku masih mengingat kata-kata itu..aku mengerti..hujan ini membasahi sebagai rahmat. aku merasa bersih kembali di tengah hujan, setelah sehari penuh aku merasakan badanku kotor oleh debu, seperti tidak ada kotoran sama sekali yang menempel pada badanku. juga, teman-temanku yang lain wajah wajah yang terlihat lelah berubah menjadi wajah yang segar penuh bahagia..mereka terlihat bersih..dingin tapi

Dunia Tipu Aku

akhirnya aku sadar, apa yang kucari slama ini adalah ketiadaan.. aku berlebihan dlam keinginan panjang yang penuh khayalan.. aku tertipu oleh angan panjang,aku lupa pada kenyataan.. dan aku terlena oleh bujuk dunia yang penuh rayuan,
aku mengejar mimpi yang tak bertepi
aku mengejar cinta yang tak abadi
aku terjatuh dalam kegundahan hati
oh tuhan, aku terkena penyakit hati
berkhayal pada yang tidak pasti
menunggu sesuatu yang belum tentu menghampiri
banyak yang kuinginkan, lupa pada yang ku miliki

dunia..
aku tak ingin menggadaikan waktu hanya untuk menunggu
karena sepenuhnya belum tentu dirimu abadi
mungkin saja besok kau mati
mengungkap sejuta misteri
karena kenyataan setiap yang ku miliki
pasti lah akan pergi

dunia..
aku sibuk mengejarmu,
aku lupa waktu jika yang ku pikirkan adalah kamu
aku banyak menuntut pada isi mu,
kau hibur aku dengan kebahagiaan semu
nyatanya itu hanya sekali waktu
dan yang kau beri itu palsu
aku berpaling dari mu
kau tidak pernah puaskan aku
kau hilangkan akal sehatku
tuk mencintaimu dengan nafsu
aku telah kau tipu
terpuruk dalam mata sang waktu

Selasa, 30 April 2013

Perjalanan Melewati Waktu

aku duduk dalam bus menatapi pohon2 yang berjalan cepat, aku tahu padahal bus inilah yang melaju begitu cepat. aku menatap langit2 jingga dari kaca yang terbuka, angin nya begitu terasa hingga menerpa wajahku- aku bisa merasakannya. aku berbalik pada semua orang yang duduk lesu di setiap kursi. mata2 yang menatapku terlihat begitu lelah, tanpa expresi. hanya ada beberapa percakapan kecil di ujung kursi paling belakang, terdengar samar tertelan suara bus menderu-deru.

aku juga merasa lelah seperti mereka. teman disampingku memilih untuk tidur, burung dalam kandang yang di gantung tepat di atas kepalaku, begitu merasakan kedinginan oleh angin yang berhembus melewati kaca yang terbuka. waktu tlah merubah segalanya. padahal sebelum tiba di taman rekreasi, suara2 di dalam bus ini begitu ramai, gelak dan canda tawa slalui mewarnainya. meski macet yang terjadi sekitar satu jam lebih mereka masih terlihat ceria. kali ini, ketika menuju pulang semua nampak begitu sepi mungkin mereka lelah. hanya saja, aku masih ingin menikmati indahnya pemandangan taman matahari yang begitu alami. tapi apa boleh buat, lain kali saja mungkin.

sekarang aku begitu merasakannya, waktu terasa berputar di depan mataku. aku duduk bersandar dengan mata yang menatap ke arah supir bus. aku melihatnya, jam dinding yang menggantung di atas kepalanya berputar. pukul 17.20 WIB. matahari tlah tertutup awan, hanya sinar2 yang panjang ke jinggaan bersinar menembus atas langit. aku terpejam, pikiran ku berkelana tanpa jelas. semua terasa berputar, dadaku bergetar hebat merenungi semua ini. hal yang tidak ku pikir sebelum ini, adalah kenyataannya aku sedang berjalan menuju masa depan. oh tuhan, kenapa dari dulu aku tak menyadarinya. aku tidak hanya berjalan menuju pulang tapi masa datang, jam itulah yang menyadarkan aku. sebab, aku tak tahu apa yang akan terjadi setengah jam yang akan datang, itulah masa depan. kerahasiaanya ada di tangan tuhan. lagi-lagi soal waktu, aku tak menyangka pertemuan singkat ini terasa begitu berharga. aku bisa mengenal wajah2 baru, walau tuk sementara. aku bisa berjumpa dengan mereka yang tadinya tak ku kenal ini semua tlah membukakan mataku. begitu banyak yang kulihat akan keajaiban dan keindahan yang tak akan pernah ku temui. sekarang, aku merasa bersyukur, walau harus berpisah kembali dengan mereka-seseorang.

gambar cartoonmobil bus ini berbelok, menyusuri jalan tol yang melingkar hingga sampai di pintu tol, sebentar lagi aku akan sampai. orang2 sudah sibuk menyiapkan barang bawaannya, berupa tas dan oleh2 yang di bawanya. mereka akan menjalani hari esok lagi, setelah berlibur. hari baru dalam waktu yang terus melaju. aku hanya tersenyum melihat beberapa orang yang lebih dulu turun sebelum tujuan sampai, lambaian tangan dengan senyuman adalah bukan akhir pertemuan. sampai jumpa untuk mereka.

Salam Dari Mu (Masa Lalu)

Bukan tentang orang atau seseorang
bukan tentang kepergian orang tersayang
bukan tentang cinta seorang lagi terkenang
bukan tentang masa yang akan datang

langit malam tetap lah berbintang
siang akan tetap terang benderang
hanya masa lalu yang kini hilang

laut selatan tetaplah bergelombang
kadang bumi pun siap berguncang
tetaplah masa lalu tak kunjung datang

sampai kapanpun manusia kan berperang
walau tanpa pedang mereka kan tetap berjuang
sebab mundur adalah pantang
meski siapa yang dulu maju, ia tak kan hadapi masa lalu

temukan jalan menuju bintang             bebaskan masa lalu
lintasi bulan bebas lah terbang
lihat garis garis bumi melintang
jauh di angkasa kini aku memandang
tiada masa lalu yang terbentang

di ujung selatan laut membeku
di tanah utara hujan adalah salju
timur jauh adalah pusat ilmu
barat adalah dunia maju
namun, dunia tak menyimpan masa lalu

buku buku adalah ilmu
sejarah adalah kisah
perjalanan waktu adalah keliru
sebab buku sejarah tak mampu hidupkan masa lalu

puisi puisi rindu bernada sendu
nyanyian cinta berlagu rindu
syair syair baru bersajak rayu
sastra melaya beralur kisah haru
hanya dalam kalbu terlukis masa lalu

teman lama,
bukan berarti tak pernah berjumpa
kita adalah manusia sama
kecil kita riang tertawa
tumbuh bersama dalam agama
saat tua kita kan bersuka
mengenang lagu masa muda
dunia tidak tuli dan buta
mengenang kisah duka bahagia
saat mati kawan berduka
hingga di sisi pengasingan-Mu ia berdo'a
yang mati tak kan kembali, Maka
sekarang kita adalah Masa Lalu

Lebah madu bersemayam dalam batu
adalah Tuhan bersemayam dalam Kalbu
dekat laut tidak lah biru
dalam mendung biru langit adalah abu
siapa yang dekat adalah Ibu
Dan yang jauh adalah Masa Lalu

Hari akan berganti,'
Matahari s'lamanya kan pergi
Malam kian tenggelam
sampai bumi mati berotasi
ketika angin semakin dingin
cahaya hanya ada dalam lentera
dari jendela, Langit tinggalkan bulan sabit
dari sekarang,  kita tinggal tuk masa Lalu

Masa lalu, itu aku
Masa lalu, juga untuk mu
Masa Lalu itu batang kayu
Bagai Lupuk di makan waktu
kini Hanya aku dan Kamu
Waktu menjadi lalu,
Muda pun Kan jadi Tua
Indah rupa, di makan Usia
Maka, jangan kembali tuk yang pergi 
*kirim masukan ke email saya, terima kasih*

Tafsir Al-Ghuraba (orang asing)


bismillah



Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah
dari negeri
mereka dan mengucapkan selamat tinggal
sekarang


Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap
serius dikala manusia di sekelilingnya asyik
bermain-main

Dan tetap terbangun ketika manusia
disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya

Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia
dalam kesesatannya tenggelam
tanpa arah


Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia
berkata
Berkata kepadaku para sahabat, ‘aku melihatmu
sebagai orang
asing’
Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman
dekat
Maka aku berkata, sekali-kali tidak! Bahkan orang
banyak
itulah yang asing, sedang aku berada di
kehidupan dan inilah jalanku
Inilah orang asing itu
Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara
manusia
Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat
yang mulia
, dan kepada selain Allah mereka takkan
menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa`
sebagai syi’ar dalam kehidupan
Ghurabaa`, dan kepada selain Allah mereka takkan
menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa`
sebagai syi’ar dalam kehidupan
Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak
peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami
adalah jalan yang sudah tersedia
Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak
peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami
adalah jalan yang sudah tersedia

Kami tak peduli terhadap rantai para taghut,
sebaliknya kami akan terus berjuang
Kami tak peduli terhadap rantai para taghut,
sebaliknya kami akan terus berjuang
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan
berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari
dunia yang hina
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan
berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari
dunia yang hina


Betapa sering saat kita mengenang hari-hari
bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan
di sore hari
Betapa sering saat kita mengenang hari-hari
bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan
di sore hari

Islam itu bermula dari asing, dan akan kembali
asing seperti mulanya
Maka beruntunglah orang-orang yang asing. 

ke atas