Selasa, 30 April 2013

Tafsir Al-Ghuraba (orang asing)


bismillah



Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah
dari negeri
mereka dan mengucapkan selamat tinggal
sekarang


Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap
serius dikala manusia di sekelilingnya asyik
bermain-main

Dan tetap terbangun ketika manusia
disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya

Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia
dalam kesesatannya tenggelam
tanpa arah


Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia
berkata
Berkata kepadaku para sahabat, ‘aku melihatmu
sebagai orang
asing’
Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman
dekat
Maka aku berkata, sekali-kali tidak! Bahkan orang
banyak
itulah yang asing, sedang aku berada di
kehidupan dan inilah jalanku
Inilah orang asing itu
Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara
manusia
Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat
yang mulia
, dan kepada selain Allah mereka takkan
menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa`
sebagai syi’ar dalam kehidupan
Ghurabaa`, dan kepada selain Allah mereka takkan
menunduk
Ghurabaa`, dan mereka telah rela Ghurabaa`
sebagai syi’ar dalam kehidupan
Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak
peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami
adalah jalan yang sudah tersedia
Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak
peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami
adalah jalan yang sudah tersedia

Kami tak peduli terhadap rantai para taghut,
sebaliknya kami akan terus berjuang
Kami tak peduli terhadap rantai para taghut,
sebaliknya kami akan terus berjuang
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan
berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari
dunia yang hina
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan
berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari
dunia yang hina


Betapa sering saat kita mengenang hari-hari
bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan
di sore hari
Betapa sering saat kita mengenang hari-hari
bahagia kita
Dengan Kitabullah kita membaca, di pagi hari dan
di sore hari

Islam itu bermula dari asing, dan akan kembali
asing seperti mulanya
Maka beruntunglah orang-orang yang asing. 

ke atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar