Bukan tentang orang atau seseorang bukan tentang kepergian orang tersayang bukan tentang cinta seorang lagi terkenang bukan tentang masa yang akan datang langit malam tetap lah berbintang siang akan tetap terang benderang hanya masa lalu yang kini hilang laut selatan tetaplah bergelombang kadang bumi pun siap berguncang tetaplah masa lalu tak kunjung datang sampai kapanpun manusia kan berperang walau tanpa pedang mereka kan tetap berjuang sebab mundur adalah pantang meski siapa yang dulu maju, ia tak kan hadapi masa lalu temukan jalan menuju bintang*kirim masukan ke email saya, terima kasih*lintasi bulan bebas lah terbang lihat garis garis bumi melintang jauh di angkasa kini aku memandang tiada masa lalu yang terbentang di ujung selatan laut membeku di tanah utara hujan adalah salju timur jauh adalah pusat ilmu barat adalah dunia maju namun, dunia tak menyimpan masa lalu buku buku adalah ilmu sejarah adalah kisah perjalanan waktu adalah keliru sebab buku sejarah tak mampu hidupkan masa lalu puisi puisi rindu bernada sendu nyanyian cinta berlagu rindu syair syair baru bersajak rayu sastra melaya beralur kisah haru hanya dalam kalbu terlukis masa lalu teman lama, bukan berarti tak pernah berjumpa kita adalah manusia sama kecil kita riang tertawa tumbuh bersama dalam agama saat tua kita kan bersuka mengenang lagu masa muda dunia tidak tuli dan buta mengenang kisah duka bahagia saat mati kawan berduka hingga di sisi pengasingan-Mu ia berdo'a yang mati tak kan kembali, Maka sekarang kita adalah Masa Lalu Lebah madu bersemayam dalam batu adalah Tuhan bersemayam dalam Kalbu dekat laut tidak lah biru dalam mendung biru langit adalah abu siapa yang dekat adalah Ibu Dan yang jauh adalah Masa Lalu Hari akan berganti,' Matahari s'lamanya kan pergi Malam kian tenggelam sampai bumi mati berotasi ketika angin semakin dingin cahaya hanya ada dalam lentera dari jendela, Langit tinggalkan bulan sabit dari sekarang, kita tinggal tuk masa Lalu Masa lalu, itu aku Masa lalu, juga untuk mu Masa Lalu itu batang kayu Bagai Lupuk di makan waktu kini Hanya aku dan Kamu Waktu menjadi lalu, Muda pun Kan jadi Tua Indah rupa, di makan Usia Maka, jangan kembali tuk yang pergi
Selasa, 30 April 2013
Salam Dari Mu (Masa Lalu)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
lintasi bulan bebas lah terbang
lihat garis garis bumi melintang
jauh di angkasa kini aku memandang
tiada masa lalu yang terbentang
di ujung selatan laut membeku
di tanah utara hujan adalah salju
timur jauh adalah pusat ilmu
barat adalah dunia maju
namun, dunia tak menyimpan masa lalu
buku buku adalah ilmu
sejarah adalah kisah
perjalanan waktu adalah keliru
sebab buku sejarah tak mampu hidupkan masa lalu
puisi puisi rindu bernada sendu
nyanyian cinta berlagu rindu
syair syair baru bersajak rayu
sastra melaya beralur kisah haru
hanya dalam kalbu terlukis masa lalu
teman lama,
bukan berarti tak pernah berjumpa
kita adalah manusia sama
kecil kita riang tertawa
tumbuh bersama dalam agama
saat tua kita kan bersuka
mengenang lagu masa muda
dunia tidak tuli dan buta
mengenang kisah duka bahagia
saat mati kawan berduka
hingga di sisi pengasingan-Mu ia berdo'a
yang mati tak kan kembali, Maka
sekarang kita adalah Masa Lalu
Lebah madu bersemayam dalam batu
adalah Tuhan bersemayam dalam Kalbu
dekat laut tidak lah biru
dalam mendung biru langit adalah abu
siapa yang dekat adalah Ibu
Dan yang jauh adalah Masa Lalu
Hari akan berganti,'
Matahari s'lamanya kan pergi
Malam kian tenggelam
sampai bumi mati berotasi
ketika angin semakin dingin
cahaya hanya ada dalam lentera
dari jendela, Langit tinggalkan bulan sabit
dari sekarang, kita tinggal tuk masa Lalu
Masa lalu, itu aku
Masa lalu, juga untuk mu
Masa Lalu itu batang kayu
Bagai Lupuk di makan waktu
kini Hanya aku dan Kamu
Waktu menjadi lalu,
Muda pun Kan jadi Tua
Indah rupa, di makan Usia
Maka, jangan kembali tuk yang pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar