Selasa, 30 April 2013

Salam Dari Mu (Masa Lalu)

Bukan tentang orang atau seseorang
bukan tentang kepergian orang tersayang
bukan tentang cinta seorang lagi terkenang
bukan tentang masa yang akan datang

langit malam tetap lah berbintang
siang akan tetap terang benderang
hanya masa lalu yang kini hilang

laut selatan tetaplah bergelombang
kadang bumi pun siap berguncang
tetaplah masa lalu tak kunjung datang

sampai kapanpun manusia kan berperang
walau tanpa pedang mereka kan tetap berjuang
sebab mundur adalah pantang
meski siapa yang dulu maju, ia tak kan hadapi masa lalu

temukan jalan menuju bintang             bebaskan masa lalu
lintasi bulan bebas lah terbang
lihat garis garis bumi melintang
jauh di angkasa kini aku memandang
tiada masa lalu yang terbentang

di ujung selatan laut membeku
di tanah utara hujan adalah salju
timur jauh adalah pusat ilmu
barat adalah dunia maju
namun, dunia tak menyimpan masa lalu

buku buku adalah ilmu
sejarah adalah kisah
perjalanan waktu adalah keliru
sebab buku sejarah tak mampu hidupkan masa lalu

puisi puisi rindu bernada sendu
nyanyian cinta berlagu rindu
syair syair baru bersajak rayu
sastra melaya beralur kisah haru
hanya dalam kalbu terlukis masa lalu

teman lama,
bukan berarti tak pernah berjumpa
kita adalah manusia sama
kecil kita riang tertawa
tumbuh bersama dalam agama
saat tua kita kan bersuka
mengenang lagu masa muda
dunia tidak tuli dan buta
mengenang kisah duka bahagia
saat mati kawan berduka
hingga di sisi pengasingan-Mu ia berdo'a
yang mati tak kan kembali, Maka
sekarang kita adalah Masa Lalu

Lebah madu bersemayam dalam batu
adalah Tuhan bersemayam dalam Kalbu
dekat laut tidak lah biru
dalam mendung biru langit adalah abu
siapa yang dekat adalah Ibu
Dan yang jauh adalah Masa Lalu

Hari akan berganti,'
Matahari s'lamanya kan pergi
Malam kian tenggelam
sampai bumi mati berotasi
ketika angin semakin dingin
cahaya hanya ada dalam lentera
dari jendela, Langit tinggalkan bulan sabit
dari sekarang,  kita tinggal tuk masa Lalu

Masa lalu, itu aku
Masa lalu, juga untuk mu
Masa Lalu itu batang kayu
Bagai Lupuk di makan waktu
kini Hanya aku dan Kamu
Waktu menjadi lalu,
Muda pun Kan jadi Tua
Indah rupa, di makan Usia
Maka, jangan kembali tuk yang pergi 
*kirim masukan ke email saya, terima kasih*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar