The Sunardi Company. Inc
temukan hikmah disetiap ruang dan waktu
Rabu, 26 Desember 2018
pentingnya memiliki tujuan yang jelas
seringkali dalam kehidupan ini berisi beragam penawaran, pilihan-pilihan, dan godaan yang bisa saja secara tiba-tiba mengambil hati untuk diberi perhatian. wahai saudara-ku, hendaknya engkau memikirkan dahulu segala rencana-rencana mu, meski itu rencana kecil, terutama yang berkaitan dengan urusan dunia. sebab ada banyak orang yang memiliki tujuan mulia, namun ketika ia hendak keluar rumahnya, setan sudah menunggu lebih dulu di pintu rumah untuk mengikat leher manusia dan mengacau kan tujuan utamanya. keinginan-keinginan manusia yang tidak habisnya ditambah tampilan kehidupan dunia yang mengundang selera nafsu syahwat begitu muda memalingkan pandagan seorang manusia dari meliha akhirat.
mohonlah kepada Allah SWT dalam setiap waktu, dan teruslah ingat Allah SWT dalam segala keadaan karena bisikan dunia tak henti-hentinya mengundang hati untuk menjatuhkan dirinya pada kenikmatan yang berujung pada penyesalan. setiap manusia tentunya menginginkan beragam kebutuhan untuk kesejahteraan dirinya, bila itu baik maka ambilah, bila manusia mengambil sesuatu dengan tujuan hanya untuk bersenang-senang, menemani waktu istirahat, seringkali hal itu akan menjadi perubahan pada sikap hati yang senang mengambil sikap berleha-leha, mengutamakan sikap istirahat, dan selalu merindukan waktu luang.
begitupun kita lihat saat orang-orang membelanjakan hartanya, pertimbangannya adalah karena itu terlihat menawan bagi dirinya, dapat menaikan derajat pemakainya, tanpa mempertimbangkan pemakaian dan pemanfaatan yang berjangka panjang. cukuplah kita memandang segala aktivitas didunia ini untuk memenuhi tuntutan agama, menyempurnakan kewajiban ibadah kepada Allah SWT, merealisakan gerak hati pada kebaikan-kebaikan, dan menolak segala tawaran-tawaran yang mengatasnamakan kebaikan dunia bila kita tahu hal itu hanya buang-buang waktu. karena memiliki tujuan yang jelas merupakan sikap bersyukur atas segala waktu dan keadaan yang sudah Allah swt berikan.
Sabtu, 05 November 2016
Pagi Hari ( kesiapan hati dan takdir illahi )
hendaknya pada pagi hari, seorang hamba membekali dirinya dengan dzikir sesudah subuh sebagai sarana persiapan dalam perniagaan dunia untuk membeli nilai akhirat, duduk sebentar dan mengingatkan kepada jiwa nya bahwasanya ini ialah waktu yang ditetapkan terakhir kalinya , bilangan nafasnya telah ditetapkan, sehingga jiwanya tidak berpaling kepada tujuan niaga itu itu, modal umurnya tidak habis dengan hal yang sia-sia, dan pandangannya tetap lurus kepada amanah tuhan tanpa dibingungkan beragam persimpangan pemikiran.
hendaklah setiap mukmin yang ada di pagi hari tidak menunggu datangnya sore hari, begitu pun sebaliknya, nikmatilah waktu yang ditetapkan baginya sebagai modal yang mahal dan berharga, dirinya tidak disibukan dengan hal-hal yang masih ghaib, tidak menanti apa yang belum terjadi, menyikapi dirinya sebagai pengamat yang terlepas dari perilaku yang dapat menghanyutkan diri nya kepada lautan dunia yang bisa membingungkan pandangan hati nya, dan yang terpenting selalu ingat pada allah swt dan tidak tertipu atas bisikan nafsu nya. amin.
sebab suasana batin begitu dipengaruhi suasana dzahir, sehingga ahwal ( motif atau dorongan ) mempengaruhi perilaku amal. sebab betapa pikiran mudah dipengaruhi suasana hati, yang dapat mempengaruhi kepada gairah tindakan dan perbuatan serta segala rencana yang hendak dilakukan. pandangan pada kekuatan dunia sebagai sebab dan pemberi kesan begitu kuat , sehingga keadaan hati seorang hamba mudah di pengaruhi oleh kesan-kesan dari setiap peristiwa yang dilihatnya, tumpuan pada pandangan semata sedang hati yang lupa menyebabkan segala kebahagiaan, ketergantungan, dan kepercayaan nya masih tertumpu pada kejadian-kejadian yang datang kepada nya, terlebih kepada lautan takdir Nya.
Sabtu, 09 Juli 2016
Mengurai Makna Halalbihalal
biasanya pada saat berlebaran, situasi umum yang berlaku dimanapun ialah adanya tradisi halalbihalal, atau bahasa sehari-hari nya orang lebih mengartikan kepada salam-salaman ( bermusyafahah ) atau kunjung-mengunjungi ( silaturahim ),
TAPI, APA SIH SEBENARNYA MAKNA DARI " HALALBIHALAL " ?
M. Qurasih dalam bukunya yang berjudul Membumikan Al Qur an memberikan penjelasan mengenai pengertian dan makna yang terkadung dalam Halalbihalal. Menurutnya halalbihalal memilik beberapa arti.
Dari tinjauan kebahasaan. Kata halalbihalal berasal dari kata halla atau halal yang bisa berarti menyelesaikan persoalan atau problem, meluruskan benang kusut, mencairkan air yang keruh, dan melepaskan ikatan yang membelenggu.
Dengan demikian dengan adanya acara halalbihalal diharapkan hubungan yang selama ini keruh dan kusut dapat segera diurai dan dijernihkan. Halalbihalal bermakna untuk merekontruksi relasi kemanusiaan yang lebih sejuk dan menentramkan.
Kalau menurutTinjauan hukum. Kata halal digunakan sebagai lawan dari kata haram dan makruh. Dengan pengertian ini maka halalbihalal mengandung arti kekinian setiap orang yang berhalalbihalal untuk membebaskan diri dari perbuatan yang haram dan makruh, atau membebaskan diri dari perbuatan dosa.
ya mudah-mudahan bisa di mengerti, dan ketika berlebaran tiba , biasanya silaturahmi dan berliburan merupakan satu hal yang di pisahkan, biasanya bagi orang-orang kota begitu ingin kembali ke kampung halaman ( desa ), yang suasananya menentramkan dan berkumpul dengan keluarga sehingga kebutuhan manusia akan kebutuhan emosional dan psikologis terpenuhi.
karena waktu cuti kerja pada hari raya idul fitri itu cukup lama, maka setiap orang memanfaatkan momen-momen ini untuk liburan, setiap orang saling mengunjungi satu sama lainnya baik dengan teman dekat atau saudara yang jauh, atau yang kurang kenal sekalipun dan setiap orang merasa lapang dan gembira.
kita bisa melihat sendiri, yang tinggal di gunung begitu merindukan suasana pantai, dan yang tinggal dipantai merindukan suasanan sejuknya tinggal di pegunungan, yang di desa ingin ke kota dan begitupun sebaliknya, hikmahnya adalah agar setiap orang terdorong untuk bersilaturahmi dan menjelajahi bumi allah swt yang luas dan penuh pelajaran, terlebih kita bisa bertemu orang-orang baru dan kita bisa memilik banyak sarana silaturahmi, dan semakin banyak silaturahmi semakin banyak pula pintu rezeki yang terbuka.
Senin, 04 Juli 2016
Cara Manajemen Waktu ala imam Ghazali
begitulah kutipan dari ulama besar , hujjatul islam al-imam ghazali yang di tulis oleh syeikh said hawwa dalam "TAZKIYATUN NAFS "
waktu adalah uang, menurut kultur barat. waktu adalah pedang, menurut para ulama.
kedua pandangan tersebut memang benar kenyataan nya , bahwasanya waktu lebih bernilai dari uang itu sendiri , sedang uang yang hilang bisa kembali dan waktu yang telah hilang tidak bisa kembali, waktu pun memang lebih tajam dari pada pedang, siapa yang tidak memotong waktu maka waktu itulah yang akan memotong orang itu ( penj : penyesalan ).
setiap orang punya cara pandang yang berbeda-beda dalam menyikapi urusan waktu, hal ini berpengaruh bagaimana orang-orang menyikapi dan mengelola waktu hidupnya, sedang metode-metode atau prinsip-prinsip setiap orang yang sudah bisa memanfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin berbeda pula, hal ini bergantung kepada tujuan atau untuk apa waktu itu di gunakan, karena untuk bisa mengelola waktu sebaik mungkin yang pertama adalah kesadaran tentang betapa penting nya waktu itu, keuntungan dari memanfaatkan waktu , dan untuk tujuan apa waktu itu di pergunakan.
sehingga kadang kala, sekalipun kita mendengar nasehat bijak para motivator ataupun kutipan orang-orang sukses tentang pentingnya waktu, kita masih saja sulit untuk bisa memaksimalkan waktu yang ada terlebih kita harus menghadapi kuatnya rasa malas , situasi lingkungan yang kurang mendukung terlebih tabiat manusia untuk mencari kenyamanan, dan lemahnya dorongan dalam diri untuk selalu berusaha semaksimal mungkin.
SEBAGAI UMAT ISLAM , TENTUNYA KITA DALAM MELAKSANAKAN SEGALA SESUATU NYA HARUS DENGAN ILMU , APABILA TUJUAN HIDUP KITA ORIENTASIKAN ADALAH IBADAH DAN SEGALA AKTIVITAS DUNIAWI KITA TUJUKAN KARENA ALLAH SWT, MAKA INSYA ALLAH SEGALA WAKTU YANG ADA AKAN MENJADI BAROKAH ( BERTAMBAH-TAMBAH KEBAIKAN ), HANYA SAJA MEMANG DI PERLUKAN ILMU-ILMU SEBAGAI SARANA BERIBADAH, DAN ILMU ITU HARUS DI CARI SELAIN SEBAGAI KEWAJIBAN JUGA SEBAGAI KEBUTUHAN , TERLEBIH PENGETAHUAN MANUSIA AKAN URGENSI WAKTU AKAN BERBANDING LURUS DENGAN SEMANGATNYA UNTUK TETAP MENGABDIKAN HIDUPNYA KEPADA ALLAH SWT, MAKA INILAH KEDUDUKAN SEORANG HAMBA.
oleh karenanya , betapa penting peran ulama bagi kehidupan manusia, seumpama penerang yang menunjukan jalan kehidupan, terlebih kita bisa melihat karya-karya ulama yang luar biasa dalam kitab-kitab tersusun tebal dan banyak yang apabila di bandingkan dengan umurnya yang singkat, tentu hal itu sulit untuk di imbangi dengan para sarjana atau profesor sekalipun yang apabila umurnya dilebihkan dari mereka ( baca : ulama salaf ), masih belum bisa mengimbangi dengan begitu banyak karya-karya nya bagi umat generasi masa kini, hal ini menandakan bahwasanya prioritas mereka terhadap waktu begitu tinggi, mereka memandangnya sebagai alat untuk ibadah , oleh karena nya tidak heran jika kita mencari referensi biografi para ulama-ulama dahulu, bahwasanya hidup mereka prioritaskan untuk menuntut ilmu dan beribadah.
begitupun dengan imam ghazali, yang banyak menulis buku-buku besar katakanlah al-ihya ulumuddin, DAN APA YANG AKAN KITA BAHAS DISINI ADALAH MANAJEMEN WAKTU SEBAGAI SARANA BERIBADAH.
hal ini meliputi Musyarathah , Muraqabah, Muhasabah, Mu'aqabah, mujahadah, dan Mu'atabah
(bersambung )..
Kamis, 30 Juni 2016
Faedah Ramadhan
kita bukanlah pelaku suluk atau bagian dari majelis-majelis tirakat, kita hanyalah manusia berakal yang sedang di bebankan syariat , kita berjalan mengikuti zaman namun tanpa tahu arah dan tujuan, kita berjalan dengan anggota badan tanpa sadar kita telah melakukan kesia-siaan, betapa jauh kita dari pencapaian hakikat, jauh dari jangkauan syurga ruhani dan terombang-ambing oleh cita-cita dan ambisi duniawi.
Kamis, 02 Juni 2016
hubungan takdir dan usaha
lalu, kalau semuanya diatur , lantas kita harus usaha ?
“SIKAP PASRAH TANPA USAHA MERUPAKAN SIKAP KUFUR YANG HALUS SEDANG USAHA TANPA TAWAKAL MERUPAKAN BENTUK KESOMBONGAN YANG TIPIS “
ia akan cenderung berkata ” ah sudahlah ini kan sudah takdir,.. gue kaya gini kan udah dari sana-nya “,
Minggu, 12 Oktober 2014
Mengenal Dunia Hakikat dan Rupa
saya coba memahami dari ungkapan tersebut, beberapa istilah senada yang sering didengar adalah,
" dunia adalah fatamorgana..', .."dunia penuh tipu daya.." , dan hal senada yang lainnya dengan makna yang sama.., yaitu mengacu pada dunia.
beberapa orang berkata, dunia ini singkat dan dunia ini sementara, bahkan ada yang bilang ' bahwa dunia adalah jembatan menuju akhirat, yang suatu saat akan roboh, maka janganlah membangun kemewahan diatas jembatan..
namun, berapa banyak dari kita yang sering mendengarnya, bahkan dari kita sendiri yang mengucapkan..tidak pernah membenarkan dengan amal. kita tahu hidup di dunia ini begitu singkat, tapi saya sendiri tidak pernah memanfaatkan waktu saya untuk hal-hal yang bermanfaat, hidup di dunia adalah untuk beribadah,
ulama pun berkata
namun, lihatlah disekeliling kita, dunia nampak begitu indah dan subur, dunia tumbuh menjadi tempat permainan yang makmur, orang-orang begitu bermegah-megah, dunia kini sudah berdandan menjadi ratu tua yang bersolek dengan gaun glamour yang dikelilingi wanita-wanita cantik , bertahtakan gedung-gedung megah, dan berhampar materi yang membuat manusia-manusia saling berebut dan menghasut untuk saling menguasainya.
dan..
dunia pun terlanjur bertengger di hati ku, meski aku hidup di dalamnya , namun aku merasa kosong di dalamnya.. , apa yang aku lihat? materi-materi, yang tersusun dari atom-atom yang berputar menyusun partikel padat. aku lihat dengan mataku bahwa dunia ini padat, materi-materi fisik yang menyatu membentuk wujud kebendaan, pikiranku yang menerjemahkannya.. sedang fisika kuantum, menekankan penilaian rasa , bahwa apa yang ku lihat bukanlah materi padat, materi-materinya penyusunnya tidak saling mengikat kuat, kadang mudah berubah , dan jika kerapatannya mulai berpendar maka hancurlah materi itu.
contoh sederhana adalah kapur tulis, kelihatan rapat, namun itu terdiri dari serbuk-serbuk kapur karena zat padat, kerapatannya saling mengikat. namun kapur itu bila di patahkan akan patah,,karena tidak benar-benar menyatu, hanya saling menempel .. itulah sifat materi. meskipun wujud besi tidak bisa dipatahkan dengan mudah, namun akan hancur lebih jika dipanaskan pada suhu yang tinggi itulah dunia. berapa banyak harta benda dunia yang anda miliki, namun hanya beberapa saja yang merasa anda miliki?
dunia adalah bayangan, sama seperti ketika engkau berdiri menghadap bayanganmu, jika kau kejar kau tidak akan pernah menggenggam hakikatnya, jika kau berpaling dari nya , bayangan itu akan mengikutimu.
dunia tidaklah untuk di kejar, tapi sebatas alas untuk tetap melanjutkan pengembaraan menuju pintu akhirat yang kekal. janganlah mudah berputus asa, sebab lama jauhnya perjalanan menuju akhirat tergantung kematian.. semakin akhirat masih jauh di ukur dari usia kita maka kesempatan untuk beramal masih lebih banyak, namun bukanlah untuk memungut barang-barang di dunia sebab itu tak akan kita masukan kedalam kubur kita.
| itulah dunia, fatamorgana, tipu daya, juga bukanlah rupa yang sesungguhnya. kita berdiri di tanah yang rapuh, di antara debu-debu semesta yang kapanpun akan hancur. materi yang kita miliki hanya titipan, berapa banyak dari kita punya gajih yang tinggi tapi manfaatnya sedikit. tanpa melibatkan campur tangan allah swt, tanpa niat ibadah , berusaha didunia sama saja mengejar fatamorgana. |
untuk itulah , santriwati itu pun berkata lagi, "LETAKAN AKHIRAT DI HATIMU DAN DUNIA DI TANGANMU"

