rasanya mata ini terlalu berat untuk melihat, tapi sudah lah ..jika niat lebih kuat badan terasa ringan untuk bangun, meski mata terasa manja untuk kembali terpejam, aku paksakan kaki ini berdiri dan melangkah menuju tempat peraduan ku pada NYA.
seakan semua rasa malas itu hilang ketika air mulai membasahi wajahku, aku benar benar di atas kesadaran penuh dan pikiran ku mulai terasa jernih.
ayam masih belum berkokok, hanya ramai oleh suara jangkrik.., malam ini terasa hening, sunyi , sepi,aku tak mendengar apapun. aku hanya mendengar janji tuhan yang maha benar dalam isi kepala, dalam sebuah qudsi . berapa lama aku berdiri, sedang keran air masih lah mengalir kecil jatuh menetes di atas punggung kaki. aku hanya diam, seakan suara suara malam mulai terdengar didalam kepala, hikmah seakan terus berdatangan memutar di atas tengkorak dahi, apa yang ku saksikan adalah kebesaran NYA.
sedikit aku menengadah, aku melihat banyak bintang bergantung terang di atas wajahku.langit yang pekat, berhias bintang cemerlang. aku takjub, betapa banyak kebesaran NYA yg tlah aku abaikan..kini, aku benar-benar lemah di hadapan wajah semesta, aku tak bisa berlari dari selimut bumi, mungkinkah ini yang ingin disampai pada sang pencipta, tumbuhan seakan berdiam mengikuti irama sunyi, angin malam seakan berhenti menari , suara krik jang krik bagaikan berzikir pada illahi rabbi. aku telanjang di antara kebesaran sang pencipta, dan semesta seakan berbicara pada ku.
ya allah ..aku datang kepada mu dengan membawa dosa dosa ku, maka ampunilah aku..
ya allah..terselip kalimat kalimat rahman dan rahim mu di antara langit dan bumi,
aku tak melihatnya, tapi lihatlah ...semut kecil berjalan diantara kaki mu tanpa takut mati, tanpa rahman nya pula mungkin allah swt akan menjadikan unta unta mati kalo dia tidak menunjukan unta itu ke mata air? lalu dimana letak kesadaranku, bagaimana aku sadar ..jikalah aku masih tidur dengan lenanya?
langit hitam masih terbentang, tangan tuhan lebih terbuka luas dari bumi yang kau pijak, ampunannya lebih banyak dari bintang yang tak terhingga, rahmat nya bagiakn tak ada habisnya seperti air lautan yang tk mampu aku keringkan, malam ini terlalu indah untuk di lewati, di tempat sepi ini tuhan akn lebih mendengar doa dan harapanku, sebenarnya allah senang dengan kedatangan hambanya, ia memberi apapun jika kau minta, lalu..
bagaimana aku yang sering tidur meminta kepadanya, sedang Ia menemui hambanya yang ikhlas untuk bertemu, ya allah aku ingin orang tidak tahu doa doa ku, aku malu jika orang lain tahu, tapi dalam sepi ini hanya aku berdua, aku tidak melihatmu namun kau melihat aku, cukuplah itu sebagai bukti aku lemah , dan aku butuh pertolonganmu..ya allah ku harap malam terakhir ini kau mendengar doa ku, aku tak melihat dan mendengar siapapun ..tanpa bersombong diri, di tengah sepi aku berucap agungkan kalimat mu..dan suatu saat nanti bangunkan aku dari tidur panjang kuburanku dalam keadaan selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar