semuanya akan pergi
begitulah kata hati
dan segalanya memang kan terjadi
apa yang bisa aku miliki
hanya impian tak pasti
kadang aku melakukan ini berulang kali
sengaja atau tanpa ku sadari
tak ingin berlarut lagi
rasa resah yang slalu datang menghampiri
aku tak ingin merasa seperti ini
seperti jiwa yang kehilangan arti
karena esok hari
jiwa yang ku cinta kan pergi
meski belum terjadi
sekarang sampai aku menulis ini,
semua itu tlah terjadi,
dan tak pernah kembali.
sore hari, di atas rumput yang menari..
aku coba tegarkan diri
aku tegang menatap senja yang mulai pergi
mentari mulai tinggalkan hari
karena ku tahu, hari ini tak akan ada lagi
berganti esok yang belum pasti
tapi..
perpisahan tak dapat aku ingkari
apa yang ku takuti?
waktu semakin berlari
dan aku hanya bisa pasrahkan diri
menatap cinta yang kan beranjak diri
cinta sejati yang masih misteri
ingin ku ungkap lewat puisi
sayang, kata kata terlalu melemahkan hati
dan tindakan terlalu memalukan diri,
tuk tunjukan rasa yang ku miliki,
pada mu jiwa yang menjaga diri..
terserah kau menilai ini,
apakah aku berlelbihan dalam mengungkap isi hati,
atau kau anggap aku penyair tak berharga diri.
ah sudahlah ini bukan hiper dekripsi,
atau puisi keangkuhan diri
karena ini isi hati yang murni
rangkaian kata miskin makna dan arti,
tapi aku mengerti dan dapat kau pahami..
kenapa aku harus korbankan diri
untuk bergelisah di sore hari..
pada mu jiwa yang menjaga hati.
lihat ketakutan ini, akan perpisahan yang menanti..
seakan akut takut matahari enggan benamkan diri,
dan aku tak ingin terperjam bermimpi-mimpi,
melihat cinta sejati yang tak pernah menghampiri,
pada jiwa yang tak abadi.
selamat jalan untuk kau ,,yang tlah lama pergi.
Senin, 06 Mei 2013
Sore Hari
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar