aku merasa di perbudak oleh diri ku sendiri, ke inginan ke inginan yang berlebihan membuat sulit tuk mengendalikan akal sehat. logika seakan mati melawan keinginan hati yang semakin menjadi jadi. aku biarkan diriku tenggelam dalam kemaksiatan, aku binasakan diriku sendiri, aku aniaya jasad ini sampai sulit tuk berhenti. padahal aku terus berusaha berada diatas kesadaran penuh, tapi nyatanya aku bagai dimabuk cinta duniawi. aku merasa kehilangan segalanya, aku merasa berada dikubangan lumpur yang semakin dalam.
oh tuhan, dimana engkau?"JANGAN BIARKAN DIRIKU BERDOSA , KECUALI ENGKAU MENGAMPUNINYA"
selalu ada rasa bersalah ketika penyesalan yang selalu datang terlambat, aku merasa kehilangan diriku. aku begitu jauh dari tuhanku, semakin hari dosa dosa kecil ini semakin bertambah. aku merasa mulia dihadpan manusia, tapi aku hanyalah hamba yang hini di mata sang pencipta, aku terlena oleh nikmat dunia, , dan aku hanya hamba sang pengikut nafsu.Wahai nafsu, kau tinggal dalam badanku bersama akalku, kau lebih kuasai diriku ketimbang akal ku. padahal mengikuti nafsu hanya menuntunku menjadi binatang liar yang hanya mengikuti nalurinya..ya,,aku manusia bukan binatang, tapi lihatlah seberapa banyak manusia manusia yang telah menanggalkan rasa malu hanya demi memuaskan nafsu. manusia tak punya adab , akan sulit dibedakan dengan binatang. semua mahkluk allah swt pasti lah juga makan, minum, dan bergerak. hmm.. -tidak ada yang salah dengan penciptaan binatang, yang salah hanya menirunya.
astaghfirullah-setiap hari dosa dosa seakan bertambah, tak seimbang dengan istighfar yang masih terhitung jumlahnya, dan itu pun kadang-kadang. lihatlah mata yang melihat dengan penuh nafsu, yang membuat hati tak ada harganya, hati terkadang ada rasa ujub, dengki, ingin dipuji, bangga dengan harta, merasa paling benar sehingga diri ku tak pernah menyadari dosa yang ada dibelakang kepala, telinga terkadang asyik mendengar kabar fitnah dan ghibah saudara sendiri. langkah kaki dan gerak tangan seakan hanya pembenar dari kesalahan kesalahan yang menjerumuskan pada dosa..ya allah , maafkan aku. aku merasa nafsu t'lah membutakan mata hati ku dan menggelapkan akal sehat. seolah-olah melakukan dosa kecil yang berulang bukanlah perkara yang besar,
padahal rasulullah SAW bersabda;
semoga allah melimpahkan ampunan kepada aku dan kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar